Takengon Bidik.co.id
Polemik terkait surat rujukan terhadap dua pasien, atas nama Imah dan Lukman Hakim, kembali menjadi perhatian publik.
Hingga kini, identitas petugas yang menerbitkan surat rujukan dengan diagnosis yang menjadi sorotan masih belum memperoleh penjelasan resmi.
Saat dihubungi Bidik.co.id melalui sambungan WhatsApp pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 18.20 WIB, Kepala Puskesmas Celala membantah bahwa dua petugas P-Care, Rahma dan Wardiati, merupakan pihak yang menerbitkan surat rujukan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Kepala Puskesmas, saat surat rujukan diterbitkan Rahma sedang cuti, sedangkan surat tersebut dibuat oleh petugas lain.
Namun ketika awak media menanyakan identitas petugas yang dimaksud, Kepala Puskesmas meminta waktu dengan alasan sedang mendampingi anaknya yang mandi dan berjanji akan menghubungi kembali.
Hingga berita ini diterbitkan, penjelasan mengenai siapa sebenarnya yang menerbitkan surat rujukan tersebut belum disampaikan.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut ketepatan diagnosis medis yang dapat berdampak pada pelayanan kesehatan, hak pasien, serta nama baik pihak-pihak terkait.
Tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab profesional untuk menjalankan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan kode etik profesi.
Sebelumnya, dokter Ajwar yang ditemui awak media pada Jumat sekitar pukul 12.15 WIB menjelaskan bahwa pasien atas nama Lukman Hakim datang dengan keluhan sakit pinggang dan hipertensi, sedangkan pasien atas nama Imah memiliki keluhan berbeda.
Namun, surat rujukan yang beredar disebut memuat diagnosis yang sama sehingga memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai proses penerbitannya.
Dokter Ajwar juga telah memberikan klarifikasi bahwa dirinya bukan pihak yang menerbitkan surat rujukan kedua pasien tersebut.
Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai mekanisme penerbitan surat rujukan, mengingat petugas administrasi P-Care umumnya bekerja berdasarkan hasil pemeriksaan dan arahan dokter yang menangani pasien.
Pada Senin (13/7/2026), awak media kembali menghubungi dokter Ajwar melalui WhatsApp.
Ia menjelaskan bahwa petugas yang mengoperasikan sistem P-Care memiliki tugas tersendiri dan dirinya tidak mengetahui siapa yang menggantikan saat petugas terkait sedang cuti.
Dokter Ajwar mengatakan bahwa sebelumnya ia telah mencoba menghubungi Rahma untuk meminta klarifikasi.
Belakangan Rahma membalas bahwa surat rujukan tersebut dibuat oleh seseorang bernama Panji.
Saat dimintai nomor kontak Panji, dokter Ajwar menyarankan agar awak media datang langsung ke Puskesmas untuk memperoleh informasi lebih lanjut.
Sementara itu, hingga Senin (13/7/2026) sekitar pukul 15.31 WIB, Kepala Puskesmas Celala kembali dihubungi melalui panggilan dan pesan WhatsApp.
Panggilan disebut berdering namun tidak dijawab, sedangkan pesan telah terbaca tetapi belum mendapat balasan.
Bidik.co.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Kepala Puskesmas Celala, petugas yang disebut bernama Panji, maupun pihak-pihak terkait lainnya guna mendapatkan penjelasan yang utuh mengenai proses penerbitan surat rujukan tersebut.
Sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, media membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut dalam berita ini.
Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE















