Bidik.co.id – Simeulue -27 Juli 2026– Pengurus Pemuda Desa Amabaan, Faji Amin, S.IP., CSTMI, mendesak Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Simeulue untuk segera memanggil Panitia Lauke Cup I guna melakukan klarifikasi dan evaluasi terhadap proses pengambilan keputusan dalam sengketa pertandingan antara PS Amabaan melawan PS Pelor Lamerem.
Desakan tersebut menyusul terbitnya Surat Keputusan Panitia HUT Lauke Cup I Nomor 426/064/PANHUT/DLK/2026 yang menetapkan PS Amabaan kalah Walk Out (WO) dengan skor 0–3, dikenakan denda Rp10.000.000, serta menyatakan surat protes yang diajukan PS Amabaan tidak terbukti.
Menurut Faji Amin, keputusan tersebut perlu dikaji kembali agar tidak menimbulkan persepsi bahwa setiap bentuk protes terhadap keputusan wasit otomatis dikategorikan sebagai tindakan walk out.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Peristiwa yang terjadi bukanlah bentuk kesengajaan untuk melakukan walk out atau merusak jalannya pertandingan. Keberatan muncul akibat keputusan penalti yang menurut pemain dan ofisial sangat kontroversial. Reaksi tersebut merupakan bentuk protes spontan atas keputusan pertandingan, bukan niat meninggalkan kompetisi,” tegas Faji Amin.
Ia menilai, dalam sepak bola, setiap keberatan terhadap keputusan wasit seharusnya ditangani melalui mekanisme yang objektif, transparan, dan berkeadilan. Karena itu, Askab PSSI Simeulue diharapkan mengambil peran sebagai pembina sepak bola daerah dengan memanggil panitia pelaksana untuk memperoleh penjelasan secara menyeluruh terkait dasar pertimbangan keputusan tersebut.
Faji Amin juga berharap evaluasi ini tidak hanya bertujuan menyelesaikan persoalan PS Amabaan, tetapi menjadi pembelajaran bagi seluruh penyelenggara turnamen agar setiap sengketa pertandingan diselesaikan berdasarkan prinsip fair play, profesionalisme, dan aturan yang berlaku.
“Kepercayaan masyarakat terhadap kompetisi akan terjaga apabila setiap keputusan diambil secara terbuka, adil, dan memberikan ruang bagi semua pihak untuk memperoleh kejelasan. Kami berharap Askab PSSI Simeulue dapat bertindak sebagai penengah demi menjaga marwah sepak bola di Kabupaten Simeulue,” tutupnya.
Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE















