33 Negara Imbau Stok Darurat ? RAJAWALI Pusat : Siap Bukan Berarti Takut, Itu Kewaspad

- Editor

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

JAKARTA , — 30 OKTOBER 2026 — BIDIK.CO.ID

Gelombang kewaspadaan global semakin terasa. Sebanyak 33 negara di berbagai benua telah secara resmi mengimbau warganya untuk menyiapkan persediaan kebutuhan pokok darurat — mulai dari makanan, air bersih, obat-obatan, hingga perlengkapan penting lainnya untuk bertahan selama 3 hingga 10 hari jika terjadi situasi darurat. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi risiko bencana alam, ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasokan, hingga kemungkinan krisis yang dapat mengganggu kehidupan normal masyarakat.

Menyikapi perkembangan penting ini, Dewan Pimpinan Pusat Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (DPP RAJAWALI) menyampaikan sorotan dan pandangan agar masyarakat memahami langkah ini dengan kepala dingin — tidak panik, namun tetap waspada dan siap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

FAKTA YANG TERJADI DI DUNIA:

Berdasarkan laporan Newsweek yang dirilis Rabu, 28 Oktober 2026, berikut gambaran situasi yang sedang berlangsung:

Negara-negara yang Mengimbau:

Eropa (17 negara): Inggris, Irlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, Estonia, Latvia, Lituania, Polandia, Ceko, Austria, Swiss, Kroasia

Amerika Utara (3 negara): Amerika Serikat, Kanada, Meksiko

Amerika Selatan (4 negara): Chile, Kolombia, Argentina, Brasil

Afrika (1 negara): Afrika Selatan

Asia (6 negara): Jepang, Taiwan, Israel, India, Filipina, Singapura

Oseania (2 negara): Australia, Selandia Baru

Apa yang Disiapkan?

– Makanan yang tahan disimpan
– Air bersih
– Obat-obatan pribadi dan perlengkapan kesehatan dasar
– Perlengkapan darurat lainnya

Jangka waktu yang disarankan bervariasi, mulai dari 72 jam / 3 hari, hingga 7 hari, dan ada yang menyarankan hingga 10 hari.

Mengapa Langkah Ini Diambil?

Berbagai alasan mendasari imbauan tersebut, antara lain:

– Bencana alam yang semakin sering dan ekstrem
– Ketegangan geopolitik global yang masih tinggi
– Risiko gangguan rantai pasokan pangan dan barang penting
– Kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan situasi darurat yang tak terduga

PERNYATAAN DPP RAJAWALI:

“Dunia sedang menghadapi dinamika yang tidak sederhana. Banyak negara maju sekalipun kini mendorong warganya untuk siap siaga. Ini bukan berarti krisis pasti terjadi besok. Namun ini adalah pengingat berharga: kesiapan adalah kunci. Lebih baik siap lebih dulu daripada terlambat menyesal,” tegas Hadysa Prana Ketua Umum DPP RAJAWALI.

Pihaknya menegaskan pentingnya sikap yang seimbang:

“Kami tidak ingin masyarakat panik atau berlebihan menimbun barang yang justru memicu kelangkaan. Tapi kita juga tidak boleh menutup mata terhadap realitas. Menyimpan cadangan wajar di rumah — makanan, air, obat penting — adalah langkah bijaksana setiap keluarga. Bukan karena kita pesimis, tapi karena kita bertanggung jawab atas keselamatan keluarga kita sendiri.” Tuturnya. Jumat (30/10/26).

DESAKAN & SARAN DPP RAJAWALI:

Baca Juga:  SKANDAL Menggegerkan!  Dua Kontainer Barang Bukti Lenyap di Pusat Kepolisian – Prof. Sutan Nasomal Desak Kapolri Turun Tangan! 

Pertama — Pemerintah Indonesia Perlu Sosialisasi Kesiapsiagaan yang Jelas: Mengingat Indonesia rawan bencana alam, DPP RAJAWALI mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk menyusun panduan sederhana yang disebarkan ke masyarakat: apa yang perlu disiapkan, berapa lama disimpan, dan cara menjaganya agar tidak terbuang sia-sia. Sosialisasi dilakukan dengan tenang, tidak menakut-nakuti, namun membangun kesadaran.

Kedua — Siapkan dengan Bijak, Jangan Berlebihan: Menyimpan stok untuk 3–7 hari sudah cukup untuk kebutuhan darurat awal. Menimbun berlebihan justru merugikan orang lain dan menyebabkan kerugian ekonomi pribadi. Putar rotasi stok agar makanan dan obat selalu dalam kondisi baik dan tidak kedaluwarsa.

Ketiga — Perkuat Ketahanan Pangan Lokal: Ketergantungan pada rantai pasokan panjang membuat kita rentan. Masyarakat didorong kembali menanam pangan sederhana di halaman rumah — sayuran, cabai, tanaman obat. Ketahanan pangan dimulai dari rumah masing-masing.

Keempat — Pantau Informasi dari Sumber Terpercaya: Di tengah banyaknya informasi yang beredar, periksa kebenarannya sebelum bertindak. Percayai informasi dari pemerintah, BMKG, BNPB, dan lembaga resmi. Hindari menyebarkan berita yang memicu kepanikan.

Kelima — Perkuat Solidaritas Tetangga: Saat krisis, tetangga adalah bantuan terdekat sebelum bantuan resmi datang. Kenali tetangga, saling tahu kondisi masing-masing, terutama lansia dan keluarga rentan. Bersiap bersama lebih kuat daripada siap sendirian.

“Kekuatan sebuah bangsa tidak terlihat saat keadaan baik, melainkan saat ujian datang. Jika setiap keluarga siap, jika setiap lingkungan saling peduli, maka bangsa ini akan jauh lebih tangguh menghadapi apa pun yang terjadi di masa depan. Siap itu bukan takut — siap itu bijaksana,” Ungkap sang ketum Rajawali.

Dunia berubah, tantangan juga berubah. Tidak ada yang salah dengan kesiapan. Yang salah adalah kepanikan yang berlebihan, dan kelalaian yang berlebihan. “Di antara keduanya, ada jalan tengah: hidup normal, bekerja dengan baik, beribadah dengan tenang — namun selalu memiliki rencana sederhana: jika besok ada yang terjadi, saya dan keluarga punya cukup makanan, air, dan obat untuk beberapa hari pertama. Itulah kewaspadaan yang cerdas”. Sambungnya

Sebagai keluarga besar RAJAWALI, mari kita juga memperkokoh persatuan di antara kita. Berbeda latar belakang, berbeda daerah, berbeda cara pandang — namun satu tekad: membangun Indonesia yang lebih baik. “Persatuan dalam perbedaan adalah salah satu visi utama RAJAWALI. Wartawan dan lembaga kontrol sosial mungkin memiliki peran yang berbeda, namun kita berdiri di bawah satu payung kebenaran, keadilan, dan kepentingan rakyat. Berbeda-beda tetap satu jua. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

RAJAWALI
Siap, Tangguh, Bersama Kita Kuat — Berbeda-Beda Tetap Satu Jua! ✊

Berita Terkait

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal SH MH,Bersuara Keras Bela Kepentingan Siak! APBD Menyusut, PT BSP Disorot, Pemerintah Pusat Diminta Perhatikan Daerah Penghasil Migas!
Prof Sutan Nasomal Ketum PAMID, Sebut Sengketa Lahan yang Diklaim Dikelola Turun-Temurun Selama 200 Tahun Mencuat, Warga Minta Kepastian Hukum
Di Tengah Tangisan Hutan yang Terbakar! DPP MAUNG Serukan Gerakan Reboisasi Masal Demi Keseimbangan Alam Kita yang Terluka!
Prof DR Sutan Nasomal : Hidup Makin Susah Di Sampaikan Dalam Aksi Demo Itu Fakta
Ketum Relawan Tegak Lurus Prabowo Mengucapkan Selamat Dan Sukses Kepada Hj Lilis Tutilaswati Suganda Dilantik Sebagai Bendahara Persatuan Drum Band Indonesia DKI Jakarta
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Sematkan Gelar CFLE kepada Ahmad Husein Batu Bara, Ke 2500 Kalinya Dalam Klasifikasi Katagori,Apresiasi Dedikasi Jurnalistik dan Sosial !!!
Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Bapak Jenderal H.Prabowo Subianto Perintahkan Panglima TNI Kapolri Arahkan Jajaran Jumling Ajak Warga Hindari Narkoba Tawuran Matel !!!
Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Dukung Peningkatan Layanan di Terminal Peti Kemas Internasional Belawan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Dr. M. Dani Siregar, M.Pd: Pemerintah Harus Perkuat Antisipasi Dini Bencana Akhir Tahun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:46 WIB

Sinergi Optimalisasi Aset Negara: KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Teken Perjanjian Tukar Menukar BMN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Persatuan Landasan Utama Lahirnya Sumpah Pemuda

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:35 WIB

32 Hektar Lahan Inkracht, PB Al Washliyah Tegaskan Penundaan Eksekusi Hanya Soal Waktu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Pemuda Harus Mampu Melahirkan Gagasan Dan Tindakan Nyata

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:05 WIB

BNCT Jajaki Peluang Kolaborasi Logistik Indonesia–Malaysia melalui Forum FMFF

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Sinergi Pemberantasan Narkoba, Area Terminal Penumpang milik Pelindo Regional 1 Dipilih Sebagai Lokasi Sandar Kapal Tangkapan dan Lokasi Pelaksanaan Konferensi Pers Kapolri

Berita Terbaru