Malintang – Bidik.co.id
Kondisi MTs GUPPI Malintang Kab Mandailing seolah tak sepi dari pemberitaan dan sorotan tajam sejumlah pihak. Terbaru, fakta teranyar menyeruak, oknum Kepala MTs GUPPI Malintang Amir Mahmud diduga kuat melakukan kejahatan terstruktur berupa praktek pungli (pungutan liar) kepada seluruh guru honorer yang mengabdi di madrasah tersebut. Kegunaan pungli disebut sebut untuk pengadaan PSSB (Pakaian Seragam Siswa Baru) yang dibagikan secara gratis dan cuma-cuma untuk para calon siswa/i yang akan masuk ke madrasah itu pada tahun ajaran baru Juli mendatang.
Informasi tersebut dihimpun oleh awak media dari sejumlah sumber terpercaya yang minta identitasnya dirahasiakan, saat kru media mendatangi madrasah (26/05) pagi.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang guru muda menyebutkan, ditengah ekonomi yang makin sulit dan profesi guru juga masih berstatus honorer justru oknum Kepala MTs GUPPI Malintang membuat aturan yang tidak populis dan kebijakan yang sangat merugikan seluruh guru. Salah satunya, dia sanggup memungut biaya yang jelas membebani guru di lingkungan madrasah. Mirisnya lagi, pungutan itu tidak sedikit dan jumlahnya cukup besar serta bervariasi. Sumber itu menguraikan, untuk guru yang infassing dipungut 1,5 juta perorang, sedangkan guru sertifikasi dibebankan 1 juta perorang, sementara guru bidang study dikutip pungutan yang tergantung pada hari masuk kerja dengan nominal 200 ribu-600 ribu per orang.
“Sebetulnya hati kecil kita menangis, tapi tidak tau mau bilang apa lagi. Kebijakan pungli ini sangat memberatkan dan membebani kita” jelasnya.

Sementara sumber lainnya mengungkapkan, keluhan para guru honorer ini mengisyaratkan kondisi madrasah dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. “Kita takut bersuara, karna khawatir akan ditekan dan diancam. Kita hanyalah orang kampung yang mendedikasikan ilmu untuk pendidikan. Tetapi malah diperlakukan dengan pungli dalam angka yang cukup besar. Padahal uang pungli tersebut bisa kami pergunakan untuk membantu ekonomi keluarga dan menyekolahkan anak” lirihnya.
Amir Mahmud selaku sosok Kepala Madrasah jelas sumber tersebut juga terlihat cukup lihai menutupi dugaan praktek pungli dengan modus operasi hasil rapat guru yang mengarah pada pemaksaan kehendak dan penekanan. “Hati kecil kami menolak sebetulnya, karna rapat guru juga hanya sekadar formalitas pemberitahuan untuk pengutipan demi kepentingan PSSB. Kita dibebankan kutipan untuk menyediakan seragam siswa baru untuk menarik hati calon peminat agar mau bersekolah disini. Padahal pengadaan PSSB ini bukan tanggungjawab kita selaku guru “ungkapnya.
Ditambahkan, para warga dan sejumlah tokoh masyarakat Malintang juga telah lama resah dan angkat suara menggugat kepemimpinan Amir Mahmud selama 10 bulan ini tidak ada membawa perubahan yang signifikan untuk kemajuan madrasah, malah yang terlihat hanya kesemrawutan dan kemunduran. “Seharusnya Yayasan bisa membuka mata dan hati melihat kondisi madrasah ini. Yayasan kita minta untuk bertindak tegas dengan memberhentikan Amir Mahmud dari jabatan Kepala Madrasah demi menyelamatkan madrasah ini. Sebab dia pasti tak akan rela untuk mengundurkan diri. Kursi kepemimpinan ini begitu empuk sama dia untuk kepentingan pribadinya” ujar sumber tsb.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Madina H. Maranaek Hasibuan, MA ketika dikonfirmasi wartawan tentang dugaan pungli yang kian merebak di MTs GUPPI Malintang dengan angka fantastis yang dinilai membebani guru berjanji akan mengusut dan segera menindaklanjuti laporan ini. “On progress oleh Kasi Penmad Kemenag Madina Ikhwan Siddiqi. Makasih” tulis Kakan Kemenag melalui pesan WatsApp kepada wartawan sambil mengirimkan nomor kontak pribadi Kasi Penmad
Konfirmasi media kepada Kepala MTs GUPPI Malintang Amir Mahmud sulit didapatkan, karna pada hari itu (26/05) pagi beliau sedang tidak berada di sekolah. “Kami tak tau pak. Pak Amir masih berada di luar pak. Belum ada masuk ke sekolah” ujar salah seorang guru ketika ditanyakan media terkait keberadaan Kepala madrasah.
Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE















