*Mahasiswa Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Dukung Konser HUT Bhayangkara Tetap Berjalan: Tidak Bertentangan dengan Syariat Islam dan Wujud Nyata Polri Bersama Masyarakat*

- Editor

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh –  Bidik co.id  Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ahli Ikhwanta K, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan konser dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang dilaksanakan di Mapolda Aceh. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam yang berlaku di Aceh, karena pelaksanaannya telah memperhatikan norma agama, adat istiadat, serta kearifan lokal yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat Aceh.

Ahli Ikhwanta K menilai bahwa peringatan HUT Bhayangkara merupakan momentum penting bagi Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Aceh, untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Kegiatan yang dikemas secara terbuka dan humanis tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam membangun komunikasi yang harmonis, menciptakan rasa aman, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Penyelenggaraan konser HUT Bhayangkara di Mapolda Aceh tidak dapat serta-merta dinilai bertentangan dengan syariat Islam. Dalam pelaksanaannya, panitia telah memperhatikan berbagai aspek yang berkaitan dengan norma agama dan budaya Aceh. Bahkan, pengaturan lokasi antara laki-laki dan perempuan dilakukan secara terpisah, mulai dari pintu masuk hingga area penonton. Hal ini menunjukkan adanya upaya serius untuk menjaga nilai-nilai syariat yang berlaku di Aceh,” ujar Ahli Ikhwanta K.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa syariat Islam tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga harus dilihat dari tujuan dan substansi pelaksanaan suatu kegiatan. Selama sebuah kegiatan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam serta tetap menjaga norma kesopanan, ketertiban, dan kemaslahatan masyarakat, maka kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari ruang interaksi sosial yang positif.

Menurutnya, keberadaan Polri tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi publik secara langsung patut diapresiasi selama dilaksanakan dengan memperhatikan aturan yang berlaku.

“Saya mengapresiasi kebijakan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs Marzuki Ali Basyah, M.M. yang memilih menyelenggarakan rangkaian HUT Bhayangkara di lingkungan Mapolda Aceh. Kebijakan ini menunjukkan wajah Polri yang lebih humanis, terbuka, dan dekat dengan masyarakat. Ini juga menjadi pesan bahwa kantor kepolisian bukanlah tempat yang menakutkan bagi masyarakat, melainkan institusi yang hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi,” katanya.

Lebih lanjut, Ahli Ikhwanta K menilai bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk membangun hubungan yang lebih baik antara masyarakat dan aparat kepolisian. Dalam beberapa tahun terakhir, Polri terus berupaya meningkatkan pelayanan publik serta memperkuat pendekatan yang lebih persuasif dan humanis. Kehadiran masyarakat dalam kegiatan HUT Bhayangkara menjadi salah satu indikator bahwa ruang interaksi antara Polri dan masyarakat semakin terbuka.

Baca Juga:  KSOP Malahayati dan Tim SAR Melakukan Kegiatan Evakuasi Jenazah di Selat Banggala

Ia menambahkan bahwa Aceh membutuhkan suasana yang harmonis, aman, damai, dan kondusif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan ibadah dengan nyaman. Dalam konteks tersebut, sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah.

“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa Polri hadir bersama mereka. Kedekatan emosional antara masyarakat dan kepolisian akan menciptakan rasa saling percaya, sehingga berbagai persoalan sosial dan keamanan dapat diselesaikan dengan lebih baik melalui kerja sama yang kuat,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat penyelenggaraan HUT Bhayangkara secara objektif dan proporsional. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokratis, namun tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun narasi yang dapat memecah belah persatuan masyarakat.

“Saya menghimbau kepada pihak-pihak yang berupaya menggiring opini negatif terhadap penyelenggaraan HUT Bhayangkara dengan cara membenturkannya dengan syariat Islam agar lebih bijaksana dalam menyampaikan pandangan. Kritik tentu merupakan bagian dari demokrasi, namun hendaknya disampaikan secara konstruktif dan berdasarkan fakta yang objektif, bukan melalui asumsi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kepercayaan kepada institusi negara harus dibangun melalui dialog, komunikasi, dan sikap saling menghormati. Dalam hal ini, Polda Aceh dinilai telah menunjukkan komitmennya untuk tetap menjaga nilai-nilai syariat Islam dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.

Sebagai mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang syariah dan hukum, Ahli Ikhwanta K berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga suasana yang kondusif di Aceh serta mendukung berbagai upaya yang bertujuan memperkuat hubungan antara masyarakat dan institusi negara.

“Pada akhirnya, tujuan kita bersama adalah mewujudkan Aceh yang harmonis, aman, damai, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Selama kegiatan dilaksanakan dengan tetap menghormati nilai-nilai syariat Islam dan norma yang berlaku, maka sudah sepatutnya kita memberikan dukungan dan apresiasi terhadap upaya-upaya yang mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” pungkasnya.

Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE

Berita Terkait

*Ditreskrimum Polda Aceh Ungkap Kasus Pemerasan dan Pungli di Aceh Besar, Lima Pelaku Diamankan*
Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026
Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026
* PENCABUTAN PERGUB JKA TIDAK HANYA SEBATAS PERNYATAAN LISAN *
MASYARAKAT DIMINTA WASPADA PENIPUAN CATUT NAMA KAPOLRESTA BANDA ACEH
GUBERNUR ACEH CABUT PERGUB JKA NOMOR 2 TAHUN 2026, MUALEM TEGASKAN MASYARAKAT BISA BEROBAT SEPERTI BIASA.
*DPW GAMIES Aceh Dorong UMKM Naik Kelas, Adhifatra Agussalim: “Ekonomi Rakyat Harus Jadi Prioritas Utama”*
*DPW GAMIES Aceh Dorong UMKM Naik Kelas, Adhifatra Agussalim: “Ekonomi Rakyat Harus Jadi Prioritas Utama”*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:03 WIB

Sertijab Lima Pejabat Utama, Kapolres Aceh Tengah Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Prima

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:05 WIB

Persempit Ruang Gerak Balap Liar, Polres Aceh Tengah Intensifkan Patroli Malam

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:07 WIB

Lewat Safari Subuh Rabu Berkah, Polres Aceh Tengah Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Narkoba dan Pengaruh Negatif Teknologi

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:05 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Tengah dan Bener Meriah Gelar Ziarah Makam Pahlawan Kenang Jasa Pahlawan

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:57 WIB

Tabur Bunga Penuh Makna, Polres Bener Meriah dan Polres Aceh Tengah Kenang Pengorbanan Pahlawan

Senin, 15 Juni 2026 - 18:45 WIB

Kepedulian Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Aceh Tengah Gelar Bakti Kesehatan Khitanan Massal untuk Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 17:30 WIB

Kasus pemukulan oleh ASN guru SDN 1 linge di desa kebet, kini telah di lakukan restorative justice di polres Aceh Tengah

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:57 WIB

Polres Aceh Tengah Padukan Budaya, Olahraga dan Semangat Bhayangkara dalam Car Free Day Akbar, Ribuan Masyarakat Meriahkan “Rupa Rasa Warisan”

Berita Terbaru

BENER MERIAH

POLRES BENER MERIAH GELAR BAKTI KESEHATAN DONOR DARAH

Jumat, 19 Jun 2026 - 10:18 WIB