Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, memastikan hasil minyak dan gas bumi (migas) dari Blok Andaman aman untuk diolah di darat, termasuk di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe.

- Editor

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

BANDA ACEH –  Bidik.co.id Pernyataan tersebut disampaikan Marzuki menanggapi isu keamanan investasi yang mencuat dalam rapat pembahasan pengembangan migas Blok Andaman yang digelar Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (23/6/2026).

“Saya perlu menjamin itu untuk menepis isu-isu miring tentang Aceh. Jika perlu, setiap investor silakan datang ke Polda Aceh untuk memastikan sendiri,” kata Marzuki, Selasa malam.

Menurut jenderal bintang dua asal Tangse tersebut, kondisi keamanan dan kenyamanan di Aceh telah terbukti baik berdasarkan fakta maupun data sehingga tidak perlu diragukan oleh para calon investor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak perlu meragukannya. Polda Aceh mendukung program pembangunan Pemerintah Aceh,” tegasnya.

Rapat pengembangan migas Blok Andaman dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun. Pertemuan itu turut dihadiri anggota DPRA, pimpinan SKPA, staf ahli gubernur, sejumlah guru besar, serta pakar migas.

Baca Juga:  *Mahasiswa Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Dukung Konser HUT Bhayangkara Tetap Berjalan: Tidak Bertentangan dengan Syariat Islam dan Wujud Nyata Polri Bersama Masyarakat*

Dalam rapat tersebut terungkap hasil sejumlah pertemuan Tim Plan of Development (PoD) Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman dengan SKK Migas dan Mubadala Energy.

Anggota Tim PoD Pemerintah Aceh, Prof. Dr. Mahidin, mengungkapkan bahwa Mubadala Energy sempat mempertanyakan aspek keamanan dan kenyamanan investasi di daratan Aceh. Hal itu disebut menjadi salah satu alasan perusahaan mendorong pengolahan migas dilakukan di tengah laut.

“Aman dan nyaman itu satu kesatuan. Mereka mempersoalkannya dan menjadikannya sebagai alasan untuk proses migas di tengah laut,” ujar Mahidin.

Menurutnya, Pemerintah Aceh telah menjelaskan bahwa kondisi keamanan dan kenyamanan di Aceh saat ini sangat kondusif.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRA, Aisyah Ismail atau Kak Iin, menilai alasan tersebut tidak berdasar. Ia mencontohkan sejumlah perusahaan migas yang telah lama beroperasi dengan aman di Aceh.

Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE

Berita Terkait

*Malam Ketiga Bhayangkara Fest 2026 Dikunjungi 33.149 Pengunjung*
*Mahasiswa Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Dukung Konser HUT Bhayangkara Tetap Berjalan: Tidak Bertentangan dengan Syariat Islam dan Wujud Nyata Polri Bersama Masyarakat*
*Ditreskrimum Polda Aceh Ungkap Kasus Pemerasan dan Pungli di Aceh Besar, Lima Pelaku Diamankan*
Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026
Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026
* PENCABUTAN PERGUB JKA TIDAK HANYA SEBATAS PERNYATAAN LISAN *
MASYARAKAT DIMINTA WASPADA PENIPUAN CATUT NAMA KAPOLRESTA BANDA ACEH
GUBERNUR ACEH CABUT PERGUB JKA NOMOR 2 TAHUN 2026, MUALEM TEGASKAN MASYARAKAT BISA BEROBAT SEPERTI BIASA.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 02:54 WIB

Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden RI Tugaskan Kementerian Tangani Transaksi Jual Beli Onlen Agar Tipu Tipu Ditangkap!!!

Selasa, 23 Juni 2026 - 02:24 WIB

Dalam Kaca Mata Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal SH. MH, Diduga Tipikor Rp 3.5 Triliun di Tubuh PT RIAU PETROLEUM : MEDIA ADALAH PESAN UNTUK PRESIDEN RI

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:10 WIB

Prof Sutan Nasomal Sarankan Presiden Ri Perintahkan Bawahan Kritik Saran Diterima Diwujudkan Dari Masyarakat Bukan Dianggap Sebaliknya Atau Di Bungkam!!!

Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:38 WIB

PROF DR SUTAN NASOMAL MEMINTA PRESIDEN RI AGAR POLRI TINGGALKAN KEBIASAAN LAMANYA YANG TIDAK BAGUS

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:07 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Klaem Miris !!! Rakyat Disuruh Bayar Hutang Negara Lewat Pajak Ini Bukan Solusi, Ini Perampokan Yang Dilegalkan

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:17 WIB

PROF DR SUTAN NASOMAL MENYESALKAN TENAGA KERJA ART DI ANIAYA DI MALAYSIA SANGAT KEJI DI LUAR BATAS PRIKEMANUSIAAN.

Senin, 15 Juni 2026 - 18:10 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Miris !!! Rakyat Disuruh Bayar Hutang Negara Lewat Pajak Ini Bukan Solusi, Ini Perampokan Yang Dilegalkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:22 WIB

Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!

Berita Terbaru