Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

- Editor

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta – Bidik.co.id Didunia Internasional selama sebulan belakangan ini sangat memprihatinkan dengan diantaranya adalah
Perang menguasai seluruh sumber daya alam di dunia sedang di jadikan rebutan oleh seluruh kepentingan politik elit international.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketakutan amerika dan israel bahwa persatuan negara Brics akan tercipta tandingan kuat untuk melawan kekuatan amerika dan barat para sekutunya. Apalagi china sudah sangat kuat teknologinya dan terbukti amerika tertinggal jauh. Maka tercipta suhu panas politik yang mengganggu ketenangan amerika di bawah bayangan presiden donald trump bersama para sekutunya.

Kehebatannya china telah menjadi pemenang dalam dunia dagang. Semua barang teknologi china telah berhasil merebut pasar dan menjadi pemenang. Dari teknologi kecil sampai teknologi besar dan bernilai baik dari barang rumah tangga sampai mobil dan handphone negara china menguasai semua lapak kelas murah dan toko toko besar berkelas. Dengan dukungan besar investor negara negara kaya yang datang bergabung ke china menciptakan kelas persaingan dagang yang serius dan ditakuti amerika. Maka para elit global melakukan manuver perang melalui trik kotor.

2020 sekenario meruntuhkan ekonomi dilakukan oleh pihak yang sangat marah dan ketakutan agar china bisa bangkrut dan negara negara sekutunya. Karena kurang modal pemaen elit global covid 19 terhentikan dan menjadi hilang begitu saja setelah 3 tahun menjadi teror menakutkan. Memang targednya adalah menakut nakuti masyarakat dunia dan ekonomi terkunci.

Wabah Covid 19 meledak merata menghentikan jalur ekonomi. Korban berjatuhan di seluruh dunia akibat virus covid 19 disebar oleh para ahli virus gelap. Di akhir 2023 covid hilang dan timbul lagi tahun 2025 tetapi gagal.

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH sebagai pemerhati masyarakat dunia menyampaikan kepada media. Brics telah berdiri dari tahun 2009 dengan anggotanya
Brasil, Rusia india, China, Afrika Selatan, Ethiopia, Mesir, Iran, Uni Emirat Arab (UEA) dan Indonesia bergabung tahun 2025. Menjadi pesaing hebat untuk mengalahkan kepentingan kapitalisme dan kekuatan amerika.

Kesadaran membuat brics akibat dampak hancurnya pasar dagang di timur tengah yang selama ini menjadi dasar pertumbuhan ekonomi. Di pecah belah timur tengah karena memilik stok minyak yang diperebutkan. Di mulai iraq di hancurkan yang memiliki pipa minyak sampai ke rusia dan membantu negara negara miskin agar bisa membangun. Dihancurkan iraq agar minyaknya bisa dikuasai amerika dan digunakan untuk menopang ekonominya. Setelah itu Iran dijadikan targed untuk di kuasai minyaknya yang sangat murah selama ini menopang negara china dan banyak negara di asia tenggara. Terlihat sangat terbuka bahwa perang antara amerika iran adalah dampak iran menopang pembangunan china atau negara negara yang kecil dan sudah sangat lama china melindungi iran dan bekerja sama dengan baik. Bahkan kekayaan minyak iran mampu menjadi BBM termurah di dunia. Amerika yang ketakutan Iran menjadi negara kuat melaksanakan teror dengan perang, bertujuan mengambil atau kuasai minyak di iran. Agar china bersama sekutunya ambruk ekonominya dan tidak bisa menjadi pesaing dagang.

Baca Juga:  Fenomena Bendera One Prof. Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional, Ekonom Dorong Negara Dengarkan Aspirasi Anak Muda 2025 Mengingat Kilas Balik Sejarah Jaman Digital

Tidak di duga kemudian venezuela diculik pemimpinnya agar minyaknya bisa di kuasai amerika. Karena perang amerika melawan iran butuh minyak murah dan berlimpah. Maka bisa ditangkap bahwa di balik perang yang dilaksanakan amerika adalah bertuan menguasai SDA di dunia baik Minyak dll.

Israel Raya hanya sebuah konsep bahwa inilah iklan dan kampannye bahwa silahkan adu kuat baik dengan pengaruh politik dan militer amerika israel dengan sekutunya melawan seluruh negara yang tidak pro. Timur tengah dan Seluruh persia mau dikuasai Israel raya. Itulah tujuan di bangun negara israel di timur tengah agar menjadi teror untuk timur tengah dan persia agar SDA atau minyaknya bisa satu pintu di kuasai amerika israel. Anehnya pernyataan mentri pertahanan amerika Mr Hegseith menyampaikan pendapatnya bahwa muslim sunni dan syiah adalah musuh amerika. Padahal seluruh muslim di dunia tidak pernah memerangi amerika dan sekutunya.

Prof Dr Sutan menyampaikan. Marahnya amerika karena berdiri brics menjadi pemicu permainan elit global kapitalis menyetujui perang dan memiskinkan wilayah timur tengah, persia afrika dan asia. Tujuan memiskinkan negara negara yang terbanyak muslimnya adalah target elite global kapitalis agar mudah di teror serta di atur. Tentu SDA akan dikuras habis oleh para kapitalis. Kemudian memiskinkan afrika dan asia agar hanya ada satu jagoan di dunia. Berjudi harga minyak dalam kondisi krisis parah harga minyak antara kapitalis amerika dengan sekutunya bersama iran china dan rusia

Rusia pernah menjadi negara besar bernama uni soviet. Perang saudara memecah belah uni soviet dan tekanan politik kapitalisme yang dipimpin amerika. Amerika tidak mau uni soviet menjadi pesaing teknologi dan ekonomi. Maka hal ini memudahkan amerika menguasai timur tengah, persia afrika dan asia. Untuk mengamankan wilayah timur, rusia menjadi pelopor poros baru yang bernama brics. Guna perdagangan minyak atau energi dunia bisa berimbang dan saling menekan harga minyak agar lebih murah yang semakin mahal di kuasai negara timur tengah bersama amerika. Berjudi harga minyak menjadi cara para elit global yang lagi gelap mata.

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH menghimbau presiden RI jangan terlibat dengan permainan judi para elite global. Lebih baik netral dan perhatikan ekonomi dan ketahanan negara RI. Tidak perlu keras kepala dan sulit menerima nasehat para orang tua dulu. Gunakan ilmu padi yang berisi. Agar tercipta kemakmuran maka gunakan SDA RI untuk bertahan saat ini, ketika rombongan para gajah sedang berjudi dan beradu perang dipimpin keserakahan atau ketamakan. Hal yang paling berbahaya adalah ketika rakyat sudah tidak percaya kepada pemimpinnya.

Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Call Center 087719021960

Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Tugaskan Panglima TNI Kapolri Perangi Penjahat dan Hukum Mati Pelaku Pembakaran Hutan
Ketum GERMAS Ungkap Ade Julhaidir Desak DPR/MPR RI Tampung Aspirasi Masyarakat Terkait Polemik Putusan MK Dan IJASAH Gibran
Prof DR Sutan Nasomal : Ini Bencana Nasional. Masyarakat Indonesia Meminta Bantuan PBB dan Negara Manapun Menghentikan Kebakaran Hutan
DUA TAHUN KEPEMIMPINAN PRABOWO SUBIANTO: ARUS PETIKEMAS PELINDO TUMBUH 6,85%, KONEKTIVITAS MARITIM NASIONAL SEMAKIN KUAT
PROF DR SUTAN NASOMAL : MENGAPA KORUPTOR WAJIB DI TEMBAK MATI. CUMA MATI YANG MAMPU MEMUTUSKAN MATA RANTAINYA
Mengenang Jasa dan Perjuangan Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. A. Kamil Razak, SH, MH: Selamat Jalan Tokoh, Guru, dan Sahabat Karib DePA-RI
Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!
Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Mobil Operasional SPPG Malintang, Diduga Sengaja Gunakan Pertalite. Aktivis Bereaksi Keras.

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Gerebek Dua Lokasi di Tanjung Morawa, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bekuk 3 Terduga Pengedar Sabu, 12 Gram Lebih Barang Bukti Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Grebek Rantau Panjang, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bekuk 6 Orang Pengguna Narkoba

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Gunakan LPG 3 Kg Subsidi dan Cuci Ompreng Sembarangan, SPPG Sibaruang Siabu Diduga Tabrak Aturan BGN

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Skandal 48 Ton Pupuk Subsidi diduga “Raib”. Plt Kadis Pertanian Madina Didesak Copot Izin Kios UD Rizki Roburan.

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Diduga 48 Ton Pupuk Urea Subsidi Belum Diterima Petani Roburan Lombang, Kadis Pertanian segera panggil pemilik Kios UD Rizki

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Dihadiri Sekejen Pusat, Musda JATMAN Sumut Tetapkan TGB Syekh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, MA sebagai Mudir 2026-2031

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Gerakan SIGAP Digelorakan, Dewan Pendidikan Deli Serdang Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos

Berita Terbaru