20 Siswa di Madina Tumbang, Dilarikan ke Puskesmas, Aktivis Desak Usut Tuntas Dugaan Kelalaian Dapur MBG

- Editor

Kamis, 10 September 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Bidik.co.id, — PANYABUNGAN UTARA, MANDAILING NATAL

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik mendadak menjadi sorotan setelah sekitar 20 siswa di MTs Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Mompang Jae, Rabu (9/9/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun media, sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual, pusing, muntah, hingga lemas beberapa jam setelah menyantap makanan program MBG yang didistribusikan melalui penyedia makanan/katering.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi sempat diwarnai kepanikan. Sejumlah siswa yang mengalami kondisi lemas kemudian dievakuasi ke Puskesmas Mompang Jae untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Peristiwa tersebut memicu desakan agar tata kelola serta standar keamanan pangan pada dapur penyedia MBG segera diperiksa secara menyeluruh.

Sekretaris Eksekutif FITRAH (Forum Independent Transparansi Anggaran dan Hukum) Kabupaten Madina, Saidul Anwar Rangkuti, dalam keterangan pers di Panyabungan, Kamis (10/9/2026), meminta pemerintah dan aparat penegak hukum tidak berhenti pada klarifikasi normatif, tetapi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan tersebut.

«“Nyawa dan kesehatan anak-anak sekolah adalah taruhan yang terlalu mahal untuk dikorbankan akibat dugaan kelalaian pengawasan pihak penyedia jasa MBG. Hal ini harus segera diaudit dan diusut tuntas,” tegas Saidul Anwar.»

Menurutnya, munculnya berbagai narasi terkait penyebab gangguan kesehatan siswa harus dibuktikan secara objektif melalui pemeriksaan medis dan uji laboratorium, bukan sekadar asumsi.

Ia menyoroti adanya informasi yang menyebut gangguan tersebut berkaitan dengan masalah pencernaan atau menu makanan yang terlalu pedas.

“Jangan sampai sebelum hasil pemeriksaan keluar sudah muncul kesimpulan mengenai penyebabnya. Publik membutuhkan fakta dan hasil pemeriksaan yang transparan,” ujarnya.

Saidul juga meminta pengelola SPPG maupun pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proses penyediaan dan distribusi makanan, termasuk standar kebersihan, sanitasi, penyimpanan bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusinya ke sekolah.

Baca Juga:  BNCT Terus Genjot Perbaikan Fasilitas Demi Tingkatkan Pelayanan Pelanggan

“Kalau memang tidak ada persoalan dalam proses pengolahan makanan, buktikan secara ilmiah. Jangan membangun pembelaan prematur sebelum hasil pemeriksaan keluar,” katanya.

Desak Uji Laboratorium

Saidul mendesak Dinas Kesehatan, BPOM, serta instansi terkait segera melakukan pengambilan dan pengujian sampel makanan maupun bahan makanan yang masih tersedia.

“Kita mendesak agar dilakukan uji laboratorium. Hasil pemeriksaan sampel makanan harus dibuka secara jujur dan transparan kepada publik sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta dilakukan pemeriksaan terhadap kelayakan dapur, standar higiene dan sanitasi, sumber serta kualitas bahan baku, proses penyimpanan makanan, hingga prosedur distribusi makanan kepada siswa.

“Periksa seluruh aspek, termasuk sertifikat laik higiene sanitasi, kelayakan dapur dan kualitas bahan baku dari penyedia makanan MBG. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.

Ia menilai apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran atau kelalaian yang menyebabkan siswa mengalami gangguan kesehatan, pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.

“Jika terbukti ada unsur kelalaian dalam pengolahan makanan yang menyebabkan gangguan kesehatan, aparat penegak hukum harus mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku. Keselamatan dan kesehatan anak-anak tidak boleh menjadi taruhan,” tegas Saidul.

Saidul juga menyatakan bahwa dugaan pelanggaran terkait keamanan pangan dan perlindungan konsumen perlu dikaji oleh aparat dan instansi berwenang berdasarkan fakta serta hasil pemeriksaan, termasuk ketentuan peraturan perundang-undangan yang relevan.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan penyebab kejadian ini secara ilmiah, memberikan penanganan kepada seluruh korban, dan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur MBG yang disebut menyediakan makanan tersebut belum memberikan klarifikasi resmi terkait kejadian itu.

Media masih melakukan upaya konfirmasi kepada pihak pengelola SPPG, sekolah, Puskesmas Mompang Jae, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya guna memperoleh informasi resmi dan berimbang mengenai penyebab serta penanganan kejadian tersebut.

(Red)

Bidik.co.id ( Jauhari M Yunus CFLE. C.JI. C.L.WI )

Berita Terkait

DPW FORMABES SUMUT: “Tidak Ada Alasan” Inspektorat dan Bupati Madina Diam soal Dugaan Keterlibatan Kades Sigegu dalam PETI
Prof Sutan Nasomal Soroti Penggantian Ketua Kelompok Tani di Batu Bara: Jangan Ditunggangi Kepentingan Politik, Bupati Harus Turun Tangan
Tokoh Desa Kuta Tengah mengajak masyarakat untuk bersedia di evakuasi demi menjaga keselamatan bersama.
Modus Estafet Terbongkar! 928 Gram Sabu Gagal Terbang dari Kualanamu ke Jakarta
*Studi Lapangan di Kantor Imigrasi Khusus TPI Kualanamu, Peserta PKA LAN Aceh Soroti Layanan Imigrasi Cepat, Aman, dan Inklusif*
Kadis PMD Akan Panggil Kaur Desa Saba Padang yang Diduga Punya Tong Emas Ilegal
DIDUGA ADA MOBILISASI ALAT BERAT KE KAWASAN PETI BATANG GADIS, SATMA AMPI MADINA: APARAT JANGAN TUNGGU VIRAL BARU BERTINDAK
Dugaan Jaringan Sabu dalam Keluarga Terbongkar, Polisi Sita 153 Gram di Pantai Labu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:16 WIB

Pelindo Kenalkan Potensi Pelabuhan Belawan kepada Pelaku Usaha dalam Rangkaian IMT-GT 2026

Kamis, 10 September 2026 - 02:12 WIB

Apel September 2026, Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Kesiapan Insan Perusahaan

Kamis, 10 September 2026 - 02:07 WIB

Pelindo Regional 1 Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Selasa, 8 September 2026 - 01:59 WIB

Walaupun Hujan Turun Lebat Dan listrik Padam , Peringatan Acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Di Masjid Ar Ridha Berjalan Dengan Khidmat

Jumat, 4 September 2026 - 18:31 WIB

Jelang Kongres HMI, Pernyataan Cak Imin dan Bara Politik Alumni HMI: Jakarta Mulai Memanas

Rabu, 2 September 2026 - 02:54 WIB

Pengamat Intelijen: Cak Imin Justru Membesarkan Gaung Alumni HMI di Tubuh NU

Selasa, 1 September 2026 - 03:40 WIB

Matangkan Rencana Pembangunan Terminal Fase 1, Manajemen BNCT Gelar Rapat Strategis di Simalem Resort

Selasa, 1 September 2026 - 03:35 WIB

BNCT Sambut Kunjungan HMM Co., Ltd., Perkuat Sinergi Logistik Maritim

Berita Terbaru

Oplus_16908288

BANDA ACEH

Kapolda Aceh Pimpin Sertijab Dua PJU dan Lima Kapolres Jajaran

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:36 WIB