
bidik.co.id,Lebak, Banten — Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, melontarkan kritik keras terhadap klarifikasi yang disampaikan Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Lebak. Ia menilai pernyataan tersebut bukan untuk meredam kegaduhan, melainkan justru memperlihatkan watak defensif birokrasi yang alergi terhadap kritik.
Menurut King Naga, apa yang disampaikan Asda II tidak menyentuh substansi persoalan yang dipersoalkan publik. Klarifikasi itu dinilai hanya sebagai tameng untuk menyelamatkan citra pemerintah daerah, bukan sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang pejabat publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan klarifikasi, ini pembelaan diri. Ketika pejabat lebih sibuk menjaga muka daripada menjawab inti persoalan, maka yang dipertaruhkan adalah kepercayaan masyarakat,” tegas King Naga kepada media pada Selasa.
Ia menegaskan, kegaduhan yang terjadi bukan lahir dari kritik LSM, melainkan dari pernyataan pejabat itu sendiri yang dinilai ceroboh dan tidak sensitif terhadap situasi di lapangan. Oleh karena itu, langkah paling elegan seharusnya adalah permintaan maaf terbuka kepada publik, bukan membangun narasi seolah-olah pemerintah berada di posisi paling benar.
“Pejabat publik digaji dari uang rakyat. Kalau pernyataannya melukai rasa keadilan masyarakat, jangan berlindung di balik istilah klarifikasi. Akui salah, minta maaf, selesai. Itu baru sikap negarawan,” ujarnya lantang.
Lebih jauh, King Naga memperingatkan bahwa sikap defensif seperti ini hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan antara rakyat dan pemerintah daerah. Ia menyebut, bila kritik terus dianggap ancaman, maka birokrasi Lebak sedang berjalan ke arah yang keliru.
“Jangan salahkan masyarakat jika ke depan suara publik makin keras. Ini bukan gaduh, ini alarm bahaya bagi birokrasi yang menutup telinga,” tandasnya.
LSM GMBI Distrik Lebak menegaskan akan terus mengawal isu ini dan tidak akan berhenti menyuarakan kritik selama pemerintah daerah masih menampilkan sikap antikritik dan enggan bertanggung jawab secara moral di hadapan publik.
*HKZ*










