“Prof Sutan Nasomal: Perang Dunia Ketiga Tak Terelakkan, Indonesia Harus Bersiap dari Sekarang”

- Editor

Minggu, 18 Januari 2026 - 05:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bidik.co.id Jakarta, 18 Januari 2026-Meningkatnya ketegangan geopolitik global antara dua blok kekuatan besar dunia memunculkan kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia Ketiga.

Kondisi ini dinilai berpotensi menyeret Indonesia ke dalam pusaran konflik global, terutama karena posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut disampaikan Prof Dr Sutan Nasomal SE, SH, MH, Pakar Hukum Internasional dan Ekonom, sekaligus Presiden Partai Oposisi Merdeka, saat memberikan keterangan kepada para pemimpin redaksi media cetak dan online nasional maupun internasional di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, Sabtu (18/1/2026).

Menurut Prof Sutan, dunia saat ini tengah berada pada fase paling berbahaya sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua.

Dua blok besar—Amerika Serikat beserta sekutunya dan Israel, berhadapan dengan Rusia dan sekutunya termasuk China, Korea Utara, dan Iran—sedang menghimpun kekuatan militer dalam skala besar.

“Ini bukan sekadar konflik regional, melainkan ujian akhir siapa penguasa terkuat dunia. Perang besar sudah disiapkan, dan Indonesia berpotensi menjadi sasaran karena letaknya yang sangat strategis,” tegas Prof Sutan.

Ia menilai, sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua, negara-negara adidaya tidak pernah berhenti mempersiapkan perang.

Selama lebih dari 80 tahun, perlombaan teknologi militer terus berlangsung, mulai dari rudal jarak jauh, kapal tanpa awak, drone tempur, kapal selam nuklir, hingga sistem persenjataan berbasis luar angkasa.

“Industri militer dibangun secara rahasia di Amerika, Eropa, Rusia, dan Asia. Semua disiapkan untuk satu tujuan: bertahan hidup dan menguasai dunia,” ujarnya.

Prof Sutan juga menyoroti kepentingan para elite global dan miliarder dunia yang menurutnya sedang “berjudi” demi menguasai pasar global, sumber daya alam, energi, populasi dunia, hingga dominasi angkasa luar melalui teknologi perang canggih yang dikenal sebagai star wars.

Baca Juga:  Klotok Sembodo Bersholawat Meriahkan Maulid Nabi & HUT RI ke-80 Tuban – Ratusan masyarakat memadati halaman Balai Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, pada Minggu malam (08/09/2025) dalam acara “Klotok Sembodo Bersholawat”. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus tasyakuran Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Acara berlangsung khidmat dengan lantunan sholawat dari Munsyid Ahbabul Musthofa Kudus yang berkolaborasi bersama Jami’iyah Sholawat Al Qudsiyah. Tausiyah agama disampaikan oleh Ustadz Achmad Musthofa (Gus Shofa), yang menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW serta menjaga persatuan bangsa. “Bersholawat adalah bentuk cinta kita kepada Rasulullah. Semoga dengan kegiatan ini, kita semua mendapatkan syafaat beliau dan hidup dalam keberkahan,” ujar Gus Shofa di hadapan jamaah. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkimcam Plumpang, unsur Kepolisian Sektor Plumpang, serta Koramil Kecamatan Plumpang yang memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya acara tersebut. Kapolsek Plumpang dalam kesempatan itu menyampaikan, kegiatan keagamaan seperti ini sangat positif bagi masyarakat. “Kami dari pihak kepolisian mendukung penuh acara sholawat ini, semoga membawa kedamaian dan ketenteraman bagi warga,” ungkapnya. Hal senada disampaikan Danramil Plumpang. “Momentum Maulid Nabi sekaligus tasyakuran kemerdekaan ini adalah kesempatan mempererat persatuan umat dan kecintaan kita pada NKRI,” ujarnya. Kepala Desa Klotok juga memberikan apresiasi atas partisipasi semua pihak. “Semoga acara bersholawat ini membawa berkah, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW,” tuturnya. Acara yang dimulai setelah salat Isya ini berlangsung hingga larut malam dengan penuh semangat kebersamaan dan antusiasme masyarakat.

Terkait konflik Timur Tengah, Prof Sutan menyebut bahwa Amerika Serikat dan Israel telah menggunakan berbagai konflik—mulai dari Irak, Suriah, Lebanon, Yaman, hingga Palestina—untuk membangun dan memperluas pangkalan militer di kawasan strategis tersebut.

Sementara itu, perang Rusia–Ukraina dinilai sebagai strategi Amerika untuk menguras kekuatan militer Rusia.

“Ukraina dijadikan basis perang terbuka untuk mengukur dan melemahkan Rusia.

Rusia menghabiskan dana perang hingga sekitar Rp9.000 triliun per tahun. Karena itu Rusia mendorong China, Korea Utara, dan Iran untuk bersiap menghadapi perang terbuka,” jelasnya.

Dalam konteks Asia, Prof Sutan menilai China telah mempersiapkan diri secara matang selama lebih dari 15 tahun, baik melalui pembangunan pangkalan militer di laut Asia Tenggara maupun melalui perang ekonomi dan industri.

Perang dagang Amerika–China sejak 2010 hingga 2025, menurutnya, justru membuktikan ketangguhan China dalam menguasai pasar global.

Amerika Serikat, lanjut Prof Sutan, kini mengarahkan potensi medan Perang Dunia Ketiga ke kawasan Samudra Indo-Pasifik, bukan Timur Tengah, demi menjaga kepentingan nasionalnya.

“Indo-Pasifik sangat dekat dengan Indonesia. Ini melibatkan China, Jepang, Korea, Australia, dan Asia Tenggara. Maka ancaman keamanan Indonesia adalah keniscayaan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa konsentrasi persenjataan canggih dunia di kawasan Indo-Pasifik akan membawa dampak langsung bagi Indonesia.

Oleh karena itu, Prof Sutan meminta Presiden RI Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto untuk bersiap menjaga kedaulatan negara dalam situasi terburuk.

“Indonesia tidak boleh lengah. Jika perang dunia benar-benar pecah, Indonesia tidak bisa menghindar. Negara harus siap secara militer, logistik, dan strategi nasional,” tegasnya.

Menurut Prof Sutan, pemenang perang dunia ketiga bukan hanya ditentukan oleh kekuatan senjata, tetapi oleh kesiapan logistik, cadangan sumber daya alam, dan ketahanan pangan untuk puluhan tahun.

Berita Terkait

SWI Jajaki Kerja Sama Strategis Dengan BAZNAS RI
PARTAI CINTA NEGERI HARAPAN BARU UNTUK DEMOKRASI
PARTAI CINTA NEGERI SIAP SEJAHTERAKAN RAKYAT
Pemkab Simeule Dukung Pembinaan Santri Bupati Monas Tutup Daurah Tahfizh Ramadhan
Ramadhan Penuh Inspirasi! GAMIES Aceh Hadirkan 9 Narasumber Nasional dalam Webinar Series 2026
Wujudkan Kepedulian, Ditjenpas Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan Tahap ke-13 bagi Korban Bencana di Bener Meriah
Wujudkan Kepedulian, Ditjenpas Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan Tahap ke-13 bagi Korban Bencana di Bener Meriah
Aktivis Desak Mualem Ganti ketua DPRA. Hobinya Buat Gaduh
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 01:31 WIB

Tim Gabungan Gerebek Lokasi Pelaku Kriminal di Belawan, Softgun dan Narkoba Disita

Rabu, 1 April 2026 - 07:42 WIB

Ibu Asmah memohon bantuan kepada masyarakat Dermawan untuk membawa anaknya yang menderita penyakit TB Ke Rumah Sakit /Opname

Rabu, 1 April 2026 - 01:26 WIB

Pasca Lebaran Saling Bermaafan, BPC Gelar Halal BI Halal

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:53 WIB

Cahaya Ramadhan Bersama BNCT: Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Senyuman di Bagan Belawan

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:50 WIB

Cahaya Ramadhan Bersama BNCT: Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Senyuman di Bagan Belawan

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:46 WIB

BNCT Perkuat Kemitraan dengan Perusahaan Pelayaran melalui Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:43 WIB

BNCT Pererat Sinergi Stakeholder melalui Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:01 WIB

Arus Peti Kemas PT PMT Tumbuh, Aktivitas Logistik Sumut Mulai Menggeliat

Berita Terbaru

Uncategorized

SWI Jajaki Kerja Sama Strategis Dengan BAZNAS RI

Minggu, 12 Apr 2026 - 04:18 WIB