Masih Berstatus Saksi Meskipun Fakta Sidang Terbuka! KCBI Desak KPK Tersangkakan Pejabat Pemkab Bekasi Penerima Fee Proyek

- Editor

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi – Bidik.co.id

LSM KCBI menyoroti tajam bergulirnya kasus dugaan pengaturan proyek atau “ijon proyek” di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang kini disidangkan di Pengadilan Tipikor Bandung. LSM KCBI mempertanyakan mengapa sejumlah nama pejabat yang disebut menerima aliran dana hingga 10% dari nilai proyek masih berstatus saksi, padahal fakta persidangan sudah terbuka lebar di hadapan publik.

LSM KCBI melalui Koordinator Nasional Luhut Sinaga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi segera menaikkan status hukum para oknum pejabat penerima fee proyek. LSM KCBI menilai seluruh unsur pidana korupsi telah terpenuhi secara gamblang, sehingga tidak ada alasan menahan status mereka sebatas saksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

LSM KCBI menegaskan kejanggalan status hukum yang hanya menyeret tiga orang tersangka. “Sampai hari ini kasus besar ini hanya bertengger pada tiga tersangka. Padahal dari awal pengungkapan hingga persidangan, fakta di sidang sangat jelas menyebut sejumlah pejabat menerima aliran dana. Itu masuk suap dan gratifikasi. Apalagi yang ditunggu KPK?” tegas Luhut Sinaga, Sabtu (30/5/2026).

LSM KCBI memaparkan bukti yang terungkap di ruang sidang sudah kuat dan lengkap. LSM KCBI mencatat adanya pengakuan pemberi, bukti penerimaan uang, serta penyalahgunaan wewenang untuk mengatur pemenang proyek tertentu. LSM KCBI menyebut semua itu sejalan dengan UU No. 31/1999 jo UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

LSM KCBI mengkritisi terpenuhinya empat unsur pidana sekaligus dalam perkara ini. “Kalau kita cermati fakta persidangan, unsur suap-menyuap ada, pemberi dan penerima ada, penyalahgunaan jabatan ada, indikasi gratifikasi dan perbuatan curang juga ada. Keempat kategori itu terpenuhi sesuai bukti. Kenapa mereka masih dibiarkan berstatus saksi seolah tidak bersalah?” ujar Luhut.

Baca Juga:  Advokat 9 Naga Desak Dewan Pers dan Kapolres Bekasi Kota Usut Tuntas Kasus Perampasan Alat Kerja Wartawan

LSM KCBI menilai kondisi ini memicu spekulasi dan keresahan publik. LSM KCBI melihat masyarakat mulai mempertanyakan keberanian dan keseriusan penegak hukum. Publik menunggu kepastian: apakah KPK masih mendalami atau ada hal lain yang menghambat proses hukum berjalan adil.

LSM KCBI memperingatkan agar KPK tidak “masuk angin” dalam menangani kasus ini. “Jangan sampai KPK dianggap melindungi. Rakyat menunggu bukti nyata, bukan pengungkapan yang berhenti di tengah jalan. Bukti lengkap dan pengakuan sudah ada, status hukum harus segera dinaikkan. Jangan biarkan pelaku yang jelas mengambil uang negara berjalan bebas,” tegas Luhut.

LSM KCBI menegaskan kasus ini menjadi tolok ukur kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah. LSM KCBI menilai jika pejabat penerima fee tidak diproses setara pihak lain, maka keadilan hukum hanya akan menjadi jargon kosong tanpa kepastian.LSM KCBI menutup dengan tuntutan tegas tanpa tebang pilih. “Kami minta KPK tegas. Jangan pandang pangkat atau jabatan. Siapa pun yang menerima uang haram dari pengaturan proyek wajib disangkakan dan diadili. Hukum harus sama untuk semua, tidak boleh ada yang diistimewakan,” pungkas Luhut Sinaga. (C)**

Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE

Berita Terkait

Ketua Yayasan Sajadah Nusantara Dukung Anggaran Kas Musholah di Jati Bening
Dari Desa untuk Keluarga: P2WKSS Hadir Memberdayakan Perempuan Bekasi
Galang tangkas prestasi dalam jambore ke 64 Di kecamatan Setu kabupaten Bekasi
Advokat 9 Naga Desak Dewan Pers dan Kapolres Bekasi Kota Usut Tuntas Kasus Perampasan Alat Kerja Wartawan
Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan : “Teruslah Melayani Kasih Tak Berkesudahan
Kecam Penembakan WNI Termasuk 2 Warga Aceh di Perairan Malaysia, Anggota DPD RI: Pemerintah Harus Segera Keluarkan Sikap Resmi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:31 WIB

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN KEMENTERIAN PERTANIAN!*

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:03 WIB

Kediaman Kang Dedi Mulyadi di Desa Pakuan Jadi Destinasi Wisata Favorit Pengunjung dari Berbagai Daerah

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:06 WIB

Demi PSSB, Kepala MTs GUPPI Malintang Diduga Tega Pungli Guru.

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:53 WIB

Cegah C3 dan Narkoba hingga Premanisme, Polsek Pinang Rutin Gelar Patroli

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:21 WIB

Anjang Jipama Sebut Samsuri Layak Jadi Presiden Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:59 WIB

Putus Rantai Mafia Obat Keras, Polsek Pamulang Segel Ruko Berkedok Toko Plastik di Pondok Cabe.

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:51 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Presiden RI dan Deplu RI Serius Meminta Israel Melepaskan WNI Yang Ditangkap

Senin, 18 Mei 2026 - 07:37 WIB

Atasi Kenakalan Remaja, LSM KPK-RI Usulkan Program ‘Kelas Pembinaan Karakter’ ke Pemerintah

Berita Terbaru

Uncategorized

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN KEMENTERIAN PERTANIAN!*

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:31 WIB