Profesor Sutan Nasomal Presiden RI Jangan Sembarangan Menyetujui Bila Permohonan Gubernur Ajukan Jalan Provinsi Berbayar didaerah Jawa Barat

- Editor

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Bidik.co id Adanya wacana Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi akan memberlakukan berbayar jalan di seluruh Provinsi Jawa Barat yang tersebar di tingkat Kota Kabupaten se Jawa Barat bila diajukan persetujuan Yth Bapak Haji Prabowo Subianto tolong pak Presiden jangan diteken atau jangan disetujui ya pak Wong jalan berbayar Toll sudah ada dan memberatkan masyarakat Indonesia selama ini… eeh yth pak Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat punya pikiran nyeleneh jalan Provinsi akan berbayar mosok beban masyarakat Jawa Barat yang sekarang ini sangking kejepit ditambah beban sih yth pak Gubernur tolong pak dipikir kaji ulang bisa bisa jangan dipaksakan pak”, ujar Profesor Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional, Ekonom Ketua Umum Perkumpulan Advocate Muda Indonesia (Assotion Of Young Indonesian Advocate) menjawab pertanyaan pata pemimpin Redaksi Media Cetak Onlen dalam luar negeri dikantornya markas pusat partai Koalisi rakyat Indonesia dibilangan cijantung jakarta 13/5/2025 via telepon selulernya.

Menghadapi kondisi alur ekonomi yang belum membaik dan dirasakan tambah berat oleh masyarakat kecil karena daya beli di semua pasar tradisional masih menurun.

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media : Saat ini banyak dampak dari kenaikan harga kebutuhan pokok yang di rasakan masyarakat jawa barat sehingga beban ini meningkatkan stres pada masyarakat.
Masyarakat jawa barat mudah Drop sakit akibat beban stres yang tinggi.
Hasil pantauan media pada semua pasar tradisional masih tidak ada kemampuan yang baik daya beli masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jawa Barat butuh pemimpin yang cerdas. Bukan pemimpin yang menambah kesulitan masyarakatnya. Apalagi banyak tindakan dan peraturan yang tidak meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat jawa barat.

Baca Juga:  Terminal Penumpang Bandar Deli Aktifkan Posko Nataru Mulai Hari Ini

Jawa Barat butuh pemimpin yang memiliki kemauan besar meningkatkan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat jawa barat.
Seorang pemimpin itu harus memiliki ilmu keseimbangan dan ilmu tata negara. Juga semua keputusan seorang pemimpin harus di pertimbangkan apakah sudah manusiawi.

Tuntutan masyarakat jawa barat tidak banyak. Lapangan pekerjaan banyak. Cari uang mudah. Dapur ngebul. Anak sekolah. Wilayahnya aman.
Maka tidak terlalu berlebihan hak masyarakat jawa barat ini bisa diwujudkan oleh pemimpin jawa barat.

Profesor Dr Sutan Nasomal SH,MH meminta kepada Presiden RI untuk turunkan atau lengserkan para pemimpin daerah setingkat propinsi yang tidak perduli dengan masyarakatnya yang sedang merasakan kesulitan ekonomi. Padahal 70% para masyarakat yang memilih kepala daerah adalah orang susah atau tingkat perekonomiannya termasuk miskin (belum sejahtera).

Pertimbangan memutuskan mata pencaharian dan pekerjaan masyarakat kecil mudah bagi seorang pemimpin daerah. Dengan banyak alasan dan peraturan baru.
Dampaknya sangat luas masyarakat kecil kehilangan penghasilan. Banyak warung dan pasar tradisional sepi. Akibat orang tua tidak lagi punya penghasilan sehari hari maka anak anak pada putus sekolah. Banyak rumah tangga bisa berantakan karena tulang punggung di rumah tersebut tidak lagi bekerja. Bila jalan provinsi berbayar maka semua barang dan kebutuhan pokok masyarakat pasti naik lagi. Semakin memiskinkan masyarakat jawa barat.

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI jangan membiarkan semua perbuatan kepala daerah yang menambah kesulitan kepada masyarakatnya dan tidak mampu meningkatkan pendapatan masyarakat miskin.

Sikap tegas Presiden RI yang tulus mencintai Rakyatnya di nantikan masyarakat Jawa Barat.

Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH

 

Bidik.co.id / Jauhari M Yunus

Berita Terkait

Warga Asem Raja: Birokrasi Sampang Hasil Imbal Jasa, Ingatkan: Jangan Ikut Demokrasi Berbasis Imbal Jasa, Kita Rakyat Akhirnya yang Jadi Korban
Luncurkan SIPAMRUTAN, Inovasi Digital Rutan Kelas IIA Ambon dalam Sistem Pelaporan Pengamanan Berbasis Website
Politeknik LP3I Jakarta Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat Kolaborasi di Desa Bantaragung Majalengka
Prof. Dr. Sutan Nasomal: Rakyat Jadi Korban, Penjahat Huntara Harus Dihukum Berat
Ketua SWI Bener Meriah Apresiasi Kinerja Waskita Bangun Huntara Berkualitas
Tokoh Muda Simeulue Memberikan Apresiasi Kepada Kinerja Brigjen. Pol. Dr. Dedy Tabrani Dalam Memimpin BNN Propinsi Aceh
SWI Jajaki Kerja Sama Strategis Dengan BAZNAS RI
PARTAI CINTA NEGERI HARAPAN BARU UNTUK DEMOKRASI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:26 WIB

Rabu Berkah Polres Aceh Tengah, Tebar Kepedulian dan Kebahagiaan di Panti Asuhan Sambut HUT Bhayangkara ke-80

Rabu, 13 Mei 2026 - 00:55 WIB

Kasat Binmas Polres Aceh Tengah Ajak Warga Perkuat Kamtibmas dan Penyelesaian Masalah di Tingkat Desa

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:20 WIB

Polres Aceh Tengah Tingkatkan Patroli Dini Hari, Antisipasi Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas

Senin, 11 Mei 2026 - 01:59 WIB

Polres Aceh Tengah Tingkatkan Patroli Dini Hari, Antisipasi Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:46 WIB

Polsek Celala Sigap Tangani Longsor Susulan di Jalur Takengon–Nagan Raya, Arus Lalu Lintas Diatur Demi Keselamatan Warga

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:30 WIB

Polsek Linge Kawal Pembersihan Material Banjir di Pantan Nangka, Percepat Pemulihan Lingkungan Warga

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:24 WIB

Polres Aceh Tengah Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, Beri Tali asih bagi Warga masyarakat yg berprofesi sebagai Petugas Penggali kubur dan memandikan jenazah

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:12 WIB

Polres Aceh Tengah Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, Beri Tali asih bagi Warga masyarakat yg berprofesi sebagai Petugas Penggali kubur dan memandikan jenazah

Berita Terbaru