Bidik.co.id SUMBAR – Nasib pilu harus dialami oleh balita berusia 2 tahun di wilayah Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang menjadi korban penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri.
Korban yang merupakan anak laki-laki tersebut mengalami banyak luka di sekujur tubuhnya dengan penyebab yang berbeda.
Lukanya berasal dari bekas siraman air panas, tindak kekerasan, hingga luka gigitan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus dugaan penganiayaan pada anak tersebut mencuat karena laporan dari tetangga dan kini ditangani oleh Polresta Padang.
“Ada anak umur dua tahun yang dianiaya orang tuanya sendiri, yang mengantar adalah tetangganya sendiri,” kata Perwira Samapta I Polresta Padang, Ipda Ghifari Iman Sanika, dikutip dari keterangannya pada Senin, 18 Mei 2026.
“Untuk orang tuanya, nggak mau tahu gitu ya pak?” lanjutnya.
Korban Jalani Perawatan Intensif di RS Bhayangkara Padang
Lebih lanjut,kondisi balita tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk mendapatkan perawatan medis.
“Melihat kondisinya adek ini karena udah cukup parah ya. Ini kakinya kena air panas, ketika bajunya dibuka terlihat bekas gigitan di tubuh,” terang Ghifari.
“Ada juga luka lebam di beberapa bagian badan, bekas kekerasan yang bahkan sulit diterima ya dengan hati nurani manusia,” lanjutnya.
Polisi Tangkap Ayah Kandung, Terduga Pelaku Penganiayaan
Setelah mendapatkan laporan dari tetangga korban, polisi langsung mendatangi rumah untuk menangkap terduga pelaku yang tak lain adalah ayah kandungnya.
“Pelaku ditemukan sedang tertidur, tim langsung melakukan pengamanan,” ungkap Ghifari.
Saat diamankan, terduga pelaku berinisial RD (29) itu tidak melakukan perlawanan serta tidak ditemukan senjata tajam maupun benda berbahaya lain.
Sementara ibu korban, kata Ghifari juga mengalami tindakan kekerasan dan mendapat ancaman, sehingga tidak bisa bercerita pada tetangga.
Mengaku Pukul sang Anak dengan Panci
Polisi kemudian menggiring terduga pelaku untuk mencari benda yang digunakan saat melakukan tindak kekerasan kepada anaknya sendiri.
“Saat sampai di lokasi, pelaku menunjukkan sebuah benda di daerah dapur rumah dan kami menemukan barang bukti berupa panci yang digunakan untuk memasak air,” paparnya.
Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mendalami kasus tersebut dan pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat membuat laporan jika mengetahui adanya kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan pada anak di lingkungan sekitar.
Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE















