Prof Sutan Nasomal Desak Polda Banten Tangkap Pelaku Ancaman Jurnalis yang Viral di WAG Tangerang !!!

- Editor

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

 

TANGERANG Bidik.co.id agat media sosial di Kabupaten Tangerang kembali digegerkan dengan beredarnya sebuah video bernada ancaman keras yang diduga ditujukan kepada profesi media dan insan pers. Video yang viral di sejumlah WhatsApp Group (WAG) masyarakat Tangerang pada Sabtu malam (16/5/2026) sekitar pukul 19.40 WIB itu memantik kemarahan publik serta kecaman dari berbagai kalangan.

Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, tampak seorang pria bertelanjang dada dengan penutup kepala bermotif batik mengacungkan sebatang besi bulat panjang berlapis stainless sambil melontarkan kata-kata bernada intimidasi dan ancaman kekerasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan nada tinggi dan penuh emosi, pria tersebut terdengar berkata:

> “Ada media langkahi dulu mayat saya..! Jangan macam-macam masuk wilayah orang. Saya pukul kamu pakai ini, mampus kamu di sini..! Patah leher kamu..!! Kamu culik orang-orang saya, saya gorok leher kamu!”

 

Ucapan itu langsung memicu reaksi keras masyarakat. Banyak pihak menilai perkataan tersebut bukan sekedar luapan emosi biasa, melainkan diduga mengandung unsur ancaman pidana dan intimidasi serius terhadap profesi wartawan maupun pihak tertentu.

Situasi ini dinilai semakin memperburuk iklim kondusifitas sosial di Tangerang, terlebih sebelumnya publik juga sempat dihebohkan dengan dugaan penghinaan terhadap profesi media.

Pakar hukum pidana Internasional Prof. DR. Sutan Nasomal, angkat bicara dan mengecam keras tindakan dalam video tersebut. Ia meminta aparat penegak hukum bertindak cepat sebelum persoalan berkembang lebih luas dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

> “Saya meminta Ditreskrimum Polda Banten bersama jajaran Polres Tangerang segera mengusut dan menangkap pelaku ancaman terhadap insan pers yang videonya viral di WhatsApp Group masyarakat Tangerang. Apa pun alasannya, tindakan intimidasi dan ancaman kekerasan terhadap profesi media tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum. Bila terbukti ada unsur pidana, proses sesuai hukum yang berlaku agar menjadi efek jera bagi siapa pun yang mencoba mengancam kebebasan pers maupun menciptakan keresahan di tengah masyarakat,” tegas Prof Sutan Nasomal saat dimintai tanggapan di Jakarta, Jumat (16/5/2026).

Baca Juga:  PT Pelindo Regional 1 Belawan Sambut Kunjungan Wakil Menteri Perhubungan di Terminal Penumpang Bandar Deli

 

Menurutnya, ucapan bernada ancaman yang disampaikan secara terbuka di ruang publik digital berpotensi melanggar hukum dan tidak boleh dianggap sepele.

Ia juga meminta seluruh insan pers bersatu mengawal kasus tersebut agar tidak berhenti sebatas viral di media sosial semata.

> “Kalau yang disebut ‘media’, berarti menyangkut marwah profesi pers secara umum. Jangan sampai ada pihak yang merasa bebas mengintimidasi wartawan dengan ancaman kekerasan. Negara tidak boleh kalah oleh gaya premanisme,” tambahnya.

 

Sementara itu, sejumlah warga Kabupaten Tangerang berharap aparat kepolisian segera menelusuri identitas pria dalam video dan mengungkap motif sebenarnya di balik pernyataan penuh ancaman tersebut.

“Kalau benar ada unsur intimidasi dan ancaman kekerasan, harus diproses hukum. Jangan sampai masyarakat takut dan muncul kesan ada pembiaran terhadap aksi premanisme,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pria dalam video, lokasi pasti kejadian, maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut. Namun video itu telah terlanjur menyebar luas dan menjadi perhatian publik.

Tim awak media masih terus menggali informasi lebih lanjut kepada aparat penegak hukum dan pihak terkait guna memastikan fakta sebenarnya di lapangan.***
Nara sumber Prof Sutan Nasomal SH MH Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia(Assotion Of Young Indonesian Advocates)

Bidik.co.id / Jauhari M Yunus CFLE

Berita Terkait

Laporan Warga Jrengik Masuk KPK: Dugaan Penyimpangan Dana Desa, Kerugian Warga hingga Penghalangan Keadilan Diadukan
Prof Sutan Nasomal Desak Polda Banten Tangkap Pelaku Ancaman Jurnalis yang Viral di WAG Tangerang !!!
Pembinaan Berkelanjutan di Rutan Ambon: Dorong Warga Binaan Terus Berkarya
*BERANGKAT SEKOLAH BERTARUH NYAWA, SISWA KALSEL SEBERANGI SUNGAI PAKAI BASKOM PLASTIK.* _GENERASI EMAS KATANYA, TAPI JALAN KE SEKOLAH MASIH MODAL BASKOM DAN DOA ❗❗❗
*Rhodamin B dalam Kosmetik Berisiko Ganggu Fungsi Hati hingga Sebabkan Kanker*
*Indonesia Tegaskan Pentingnya Peran BRICS dalam Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global*
Soal Penyebab Kebakaran di Lantai 5 Gedung PPJT, Manajemen RSUD Dr Soetomo: Kami Tak Berani Berspekulasi
Akhir Pelarian Pelaku Penembak Bripka Arya Supena di Lampung: Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 06:20 WIB

*DPW GAMIES Aceh Dorong UMKM Naik Kelas, Adhifatra Agussalim: “Ekonomi Rakyat Harus Jadi Prioritas Utama”*

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:32 WIB

Andria Zulfa Menutup Webinar Series GAMIES Aceh dengan Antusiasme Tinggi Peserta

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:14 WIB

Kuasai Keamanan Digital Sebelum Terlambat, Dikupas Tuntas Pada Webinar GAMIES Aceh

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:05 WIB

Webinar GAMIES Aceh Bahas Website dan Google Maps Jadi Mesin Cuan UMKM

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:57 WIB

Resolusi Digital 2026: UMKM Naik Kelas dengan Teknologi AI, Dibahas Tuntas Pada Webinar GAMIES Aceh

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:41 WIB

Webinar GAMIES Aceh bahas saatnya UMKM Melek Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Senin, 9 Maret 2026 - 10:44 WIB

Semakin Hari Webinar GAMIES, Makin hangat bahas UMKM Siap Hadapi Era AI? Siapa Cepat Beradaptasi, Dialah yang Menang

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:04 WIB

Keselamatan Kerja Bukan Urusan Perusahaan Besar, GAMIES Aceh Dorong UMKM Terapkan K3

Berita Terbaru