Bidik.co.id
Batubara, (12/06) – Aktivitas pelayaran kapal pesiar internasional di Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara,
kembali menunjukkan geliat positif. Kapal pesiar berbendera Bahama, MV Star Voyager, kembali bersandar di
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
pelabuhan tersebut pada Selasa (10/6). Kunjungan ini menjadi yang kelima dari lima jadwal kedatangan kapal
pesiar selama periode Mei–Juni 2025.
MV Star Voyager yang dioperasikan oleh Star Cruises memiliki panjang 261 meter dan rutin melayari rute internasional yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura. Rangkaian kunjungan MV Star Voyager dimulai sejak pelayaran perdananya pada 29 Mei, kemudian dilanjutkan pada 1, 4, dan 7 Juni, serta kini pada 10 Juni 2025, dengan rute pelayaran pulang-pergi maupun satu arah dari pelabuhan.
Sekretaris Perusahaan PT Prima Multi Terminal (PT PMT), Ritim Karo Sekali, menyampaikan bahwa kehadiran kapal pesiar ini mencerminkan peningkatan kepercayaan operator pelayaran internasional terhadap Pelabuhan Kuala Tanjung. “Ini adalah jadwal sandar kelima dari lima pelayaran yang telah direncanakan. Momentum ini
mencerminkan kepercayaan operator kapal pesiar internasional terhadap layanan Pelabuhan Kuala Tanjung.
Baca Juga: BNCT Optimalkan Keselamatan dan Efisiensi di Tengah Volume Bongkar Muat 48.555 TEUs Januari 2025 Medan, Januari 2025 – PT Belawan New Container Terminal (BNCT) mencatatkan volume bongkar muat sebesar 48.555 TEUs pada Januari 2025, melampaui anggaran bulanannya yang ditetapkan 42.860 TEUs atau 13% lebih tinggi dari target. Pencapaian ini mempertegas stabilitas operasional BNCT di tengah dinamika perdagangan global, dengan keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama. Meskipun mencatat kinerja yang solid, angka tersebut lebih rendah 27% dibandingkan dengan Desember 2024, di mana volume mencapai 58.487 TEUs. Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya permintaan setelah lonjakan impor konsumsi pada akhir tahun serta turunnya volume ekspor akibat pesanan yang lebih rendah dari pembeli pasca-libur panjang Desember 2024. Sebagai tambahan, BNCT juga menerima satu call tambahan dari Marsha Ocean Shipping yang berkontribusi 118 TEUs terhadap total volume bulan ini. Komitmen Keselamatan dan Efisiensi Operasional Corporate Secretary BNCT, Rizki Affandi Nst, menegaskan bahwa keselamatan kerja tetap menjadi pilar utama dalam operasional perusahaan. "Pencapaian volume yang melampaui anggaran ini bukan sekadar cerminan efisiensi operasional, tetapi juga bukti nyata komitmen BNCT dalam menjadikan keselamatan sebagai prioritas di setiap proses. Kami terus membangun lingkungan kerja yang aman, karena kami percaya bahwa keselamatan bukan hanya sebuah standar, melainkan fondasi utama bagi keberlanjutan dan kesuksesan bisnis kami," ujar Rizki. 1.Sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan kerja di tahun 2025, BNCT telah membentuk tim khusus dan merancang program pelatihan HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang difokuskan pada beberapa aspek utama, yaitu: Penanggulangan kebakaran untuk mencegah dan mengatasi insiden di area terminal. 2.Pencegahan dan penanganan kecelakaan kerja guna meminimalkan risiko cedera bagi pekerja. 3.Penanganan tumpahan minyak sebagai langkah mitigasi terhadap potensi pencemaran lingkungan. 4.Peningkatan sistem keamanan untuk mengantisipasi berbagai gangguan operasional. Langkah-langkah ini sejalan dengan visi BNCT untuk menjadi terminal peti kemas yang tidak hanya efisien tetapi juga berstandar tinggi dalam aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan. Sejarah Singkat BNCT PT Belawan New Container Terminal (BNCT) didirikan pada 1 September 2023 dan mulai beroperasi penuh pada Januari 2024. Sebagai terminal peti kemas modern di Pelabuhan Belawan, BNCT berkomitmen menghadirkan layanan logistik yang aman, efisien, dan berstandar internasional. Dengan inovasi dan fokus pada keselamatan, BNCT berperan penting dalam mendukung kelancaran arus perdagangan domestik maupun internasional.
Lebih dari itu, ini adalah peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Kuala Tanjung dan Sumatera Utara secara keseluruhan,” ujar Ritim.
Kehadiran kapal pesiar ini juga membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal. PT PMT memfasilitasi
penyelenggaraan pameran produk UMKM setiap kali kapal sandar. Beragam produk unggulan seperti kerajinan tangan, makanan khas daerah, dan minuman tradisional dipamerkan oleh belasan pelaku UMKM dari Dekranasda
Batubara, UMKM binaan Pelindo, serta pelaku usaha dari wilayah sekitar.
“Aktivitas sandar kapal pesiar ini tidak hanya memberi manfaat secara ekonomi langsung, namun juga membuka
peluang promosi pariwisata lokal, seperti destinasi unggulan Danau Toba dan kawasan wisata di Parapat,” tambah Ritim.
Keberhasilan layanan terhadap MV Star Voyager diharapkan memperkuat sinergi antara PT PMT dan Star cruises, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan pelaku industri pariwisata lainnya. Tujuannya
untuk mendorong Indonesia menuju posisi strategis sebagai destinasi kapal pesiar unggulan di kawasan Asia Tenggara.